Bungkoesotomotif.id, Jakarta — Autoplus.id, Jakarta — Bertempat di Kedai Halaman, Cipete Jakarta pada Selasa (16/10} Forum Wartawan Otomotif (Forwot) mengadakan diskusi yang mengangkat tema mengenai “Memproyeksi Pasar Otomotif 2024 Peluang Dan Tantangan.

Dalam diskusi ini menghadirkan Narasumber Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO, Hari Budianto, Sekertaris Umum AISI dan Dean Zen, Direktur Marketing PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi serta diikuti para jurnalis otomotif.

Dalam kesempatan itu Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan, “Indonesia merupakan pangsa pasar otomotif terbesar di Asia saat ini, dan kini berada di posisi 14 dunia dengan catatan mencapai 31% dan keberhasilan ini tidak terlepas dari pertumbuhan GDP Indonesia yang signifikan, mencapai 4,700 pada tahun 2022 dan mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi 5000. Meskipun pencapaian gemilang ini diraih, namun terdapat dampak negatif yang patut disayangkan, yaitu pengaruh pemilu terhadap aktivitas jual beli.”

“Hal yang disayangkan, pemilu sangat mempengaruhi transaksi jual beli, mengakibatkan investor selalu menunggu terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.” jelas Kukuh.

Indonesia tidak hanya mencatat prestasi sebagai produsen kendaraan terbesar, tetapi juga sebagai negara pengeskpor terbesar menuju Mexico khususnya untuk kendaraan berkapasitas 7 penumpang, dimana hal ini membuktikan bahwa kendaraan produksi Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memikat pasar internasional.

Tren penjualan utama pada tahun 2023 menunjukkan dominasi segmen MPV (Multi-Purpose Vehicle) sebesar 55%, serta sekitar 20% dikuasai oleh KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Energi Harga Terjangkau) atau LCGC (Low Cost Green Car).

Kondisi ini mencerminkan keberhasilan industri otomotif dalam merespons kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, Indonesia perlu keluar dari satu juta trap, menghadapi tantangan dan memanfaatkan perbedaan generasi.

Varian mobil perlu diperbanyak dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi lebih baik sebab pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bukan hanya menjadi indikator kemakmuran, tetapi juga menjadi strategi agar Indonesia dapat bersaing secara global.

Meningkatkan varian mobil dan merespons perbedaan generasi adalah langkah penting dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berkembang. Dengan merajut kerja sama yang kokoh antara pemerintah, industri otomotif, dan masyarakat, Indonesia dapat terus menjadi kekuatan utama dalam industri kendaraan global.

Kondisi ini mencerminkan keberhasilan industri otomotif dalam merespon kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang ramah lingkungan dan ekonomis, varian mobil perlu diperbanyak dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi lebih baik.

Sebab pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bukan hanya menjadi indikator kemakmuran, tetapi juga menjadi strategi agar Indonesia dapat bersaing secara global dengan merajut kerja sama yang kokoh antara pemerintah, industri otomotif, dan masyarakat, Indonesia dapat terus menjadi kekuatan utama dalam industri kendaraan global.

Tinggalkan Balasan