Bungkoesotomotif.id, Jakarta — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga Ketua Umum Ikatan. Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penuh kegiatan dan persiapan menyelenggarakan event “Road to Pecah VW 2024: Indonesia Bersatu, Mobil Rakyat di Rumah Rakyat”.

Hal ini disampaikan saat acara press conference yang bertempat di Black Stone Garage, Jakarta, pada Kamis (9/11) yang di hadiri Bamsoet, panitia Road to Pecah VW 2024, antara lain Ray Ketua serta Wakil Ketua Julio, dan Haries anggota.

Road to Pecah Seribu VW 2024 yang diselenggarakan IMI bersama Volkswagen Indonesia Association (VIA), Volkswagen Beetle Club (VBC), Volkswagen Thing Club (VTC), Volkswagen Van Club (VVC), dan VW Bekasi nantinya akan dirangkai dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR dan melalui event ini, diharapkan Indonesia bisa menghadirkan 200 lebih mobil VW dari berbagai varian seperti Safari, Kodok, dan Combi.

Pada kesempatan itu Ketua MPR yang juga Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan event ini antara lain kontes VW Bamsoet Choice, dan kontes VW Best Original Look.

Selain itu, ada juga talk show dan review VW, penghargaan kepada para anggota komunitas VW yang datang dari lokasi terjauh, bazaar UMKM, hingga hiburan musik dan berbagai kegiatan entertainment lainnya.

“Tidak kalah pentingnya juga akan ada sesi foto khusus bagi para pemilik VW dan kendaraan VW di depan tangga Gedung Nusantara MPR RI,” ujar Bamsoet.

Pada kesempatan itu Bamsoet juga menjelaskan, selain Sosialisasi Empat Pilar MPR untuk menebalkan dan menyolidkan rasa kebangsaan para pecinta VW, dalam event Road to Pecah VW 2024 ini juga akan ada sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45/2023 tentang Kustomisasi Kendaraan Bermotor.

“Setelah sekian lama tidak memiliki dasar hukum, akhirnya berkat sinergi IMI Pusat dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait lainnya, Indonesia bisa memiliki dasar hukum bagi para pecinta otomotif sekaligus pelaku usaha otomotif dalam melakukan kustomisasi kendaraannya. Peraturan tersebut menjadi tonggak kemajuan industri kustomisasi di Indonesia,” Bamsoet menambahkan.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menceritakan, saat kuliah dirinya mulai menyukai otomotif. Mobil pertama yang dikoleksinya adalah VW Kodok yang dibeli seharga Rp 600 ribu dengan cara mencicil.

Bamsoet juga tergabung dalam VW Beatle Club, dengan nomor keanggotaan 111. Bergabung dalam keanggotan club otomotif bisa membawa berkah tersendiri, karena selain bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesamaan hobi, juga bisa menambah jaringan pertemanan lintas profesi.

“Jadikanlah keberadaan klub otomotif sebagai media mempererat tali silaturahim. Karena dunia masa kini tidak lagi sekadar menuntut persaingan.

Melainkan lebih mengedepankan semangat kolaborasi dalam kebersamaan. Dari kolaborasi, kita bisa menghasilkan banyak hal bermanfaat,” tutup Bamsoet.

Tinggalkan Balasan